Kisah Perjalanan Isra Miraj dan Doa Zikir Diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra’, pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam

BANGKAPOS.COM—Isra Miraj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja.

Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Berdasarkan penanggalan hijiriah, Isra Mi’raj yang biasa dirayakan pada tanggal 27 Rajab jatuh pada hari Kamis 8 Februari 2024 masehi.

Di berbagai tempat perayaan Isra Miraj diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan dan tradisi.

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsho di Yerussalem.

Sementara itu Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi menuju langit ke tujuh kemudian ke Sidratul Muntaha.

Perjalanan yang menembus langit ketujuh itu hanya ditempuh satu malam atas perintah Allah SWT.

Di sanalah Nabi Muhammad SAW menerima perintah dari Allah SWT berupa shalat lima waktu.

Isra Miraj dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang ditemani oleh Malaikat Jibril pada malam Senin, 27 Rajab 621 Masehi.

Kisah ini telah difirmankan oleh Allah SWT melalui surat Al-Isra ayat 1 yang berbunyi “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Isra: 1).

Nabi Muhammad SAW memanjatkan sebuah doa kepada Allah SWT saat melaksanakan perjalanan Isra Miraj.

Berikut bacaan doa Nabi Muhammad SAW.

“Allahumma inni as-aluka bi musyahadati israari al-muhibbin, wabilhalawatillati khash-shashasta biha sayyidil mursalin, hina asrarta bihi lailata as-sab’I wal ‘isyrina, anirham qalbiia al-haziin, tujibta da’wati, yaa-akramil akramiin”

Artinya : “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan menyaksikan rahasia orang-orang yang mencintai-Mu, dan dengan kelezatan yang telah Engkau campurkan pada utusan-Mu yang mulia, saat Engkau menyatakan rahasia itu pada malam kedua puluh tujuh dan dua puluh delapan (27 dan 28) dari bulan Ramadan. Kasihanilah hatiku yang sedih, Engkau yang mengabulkan doaku, wahai Dzat yang paling mulia di antara yang mulia.

Halaman selanjutnya

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *