Sirekap Bikin Kepercayaan Masyarakat Menurun

Kalau kemudian ternyata terjadi kekeliruan dalam penyaji-annya, selain bukan disebabkan oleh salah kutip, maka sudah pasti sumber masalahnya berada pa

Di tengah proses rekapitulasi suara yang sedang berlang-sung, seorang calon anggota legislatif (caleg) di Aceh menge-luhkan kondisi kesehatannya dan berencana melakukan me-dical check-up ke Jakarta. Usut punya usut, caleg tersebut ternyata tidak kuat membaca berita tentang progres perolehan suara yang diberitakan media.

Selama ini, media memang sering menjadi sasaran kema-rahan dan kekesalan dari para caleg dan tim pemenanggannya yang tidak puas. Mereka menanggap data yang disajikan keli-ru, karena tidak sesuai dengan Form C1 yang mereka miliki. Se-mentara media, dalam pemberitaanya mengutip data dari Ko-misi Pemilihan umum (KPU), sebab data itu yang dianggap sebagai data resmi.

Kalau kemudian ternyata terjadi kekeliruan dalam penyaji-annya, selain bukan disebabkan oleh salah kutip, maka sudah pasti sumber masalahnya berada pada penyedia data, dalam hal ini KPU. Dan hal ini juga sudah diakui langsung oleh Komisi Pemilihan Umum.

Idham Holik, Anggota KPU RI, menyebut aplikasi Sistem In-formasi Rekapitulasi (Sirekap) yang selama ini mereka gunakan salah dalam membaca data angka numerik. “Jadi begini, misal angka 3 itu terbaca 8. Misalnya angka 2 itu terbaca 7,” jelas-nya seperti diberitakan Serambi, Selasa (20/2/2024).

Atas kesalahan sistem itu, KPU melalui operator Sirekap di ka-bupaten/kota setempat harus melakukan akurasi manual terha-dap angka yang salah. Selama proses akurasi dilakukan, data yang ditampilkan di Sirekap bukan merupakan data terbaru.

Karena itu, pada Senin (19/2/2024), terjadi perubahan data yang lumayan signifikan di website KPU. Salah satunya terlihat pada data perolehan suara calon DPD RI asal Aceh. Perubahan terus terjadi hingga Selasa kemarin, dimana nama-nama yang sebelumnya berada jauh di bawah mulai mendongkrak ke atas.

Banyak pihak yang kemudian menyayangkan erornya Sirekap milik KPU. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Su-henty mengatakan saat ini mulai muncul ketidakpercayaan proses pemilu akibat adanya gangguan dalam Sirekap milik KPU.

Lolly sendiri mengaku telah mengingatkan jajaran pengawas pemilu untuk terus melakukan pengawasan melekat sesuai pro-sedur dalam proses rekapitulasi penghitungan suara. Proses penghitungan ini disebut Lolly merupakan tahapan penting se-hingga diperlukan kehati-hatian segala langkah pengawasan.

“Kita saat ini memasuki tahapan yang amat penting. Akan menjadi masa-masa yang menentukan bagaimana kualitas ker-ja pengawasan kita dalam proses rekapitulasi berjenjang yang akan kita lakukan,” tuturnya.Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati juga memberikan pendapat serupa. Khoirunnisa mengatakan, Sire-kap sebetulnya bukan hasil resmi, melainkan hanya sebagai alat bantu. Namun, walaupun alat bantu tetap harus dipersiap-kan dengan baik, karena salah satu fungsi dari Sirekap adalah untuk publikasi hasil.

Sepakat dengan Bawaslu dan Perludem, kita sangat berha-rap kedepan KPU agar lebih berhati-hati. Proses rekapitulasi penghitungan suara merupakan tahapan yang sangat penting. Jangan sampai karena kesalahan Sirekap membuat kepercaya-an masyarakat terhadap KPU menurun dan kemudian membuat proses demokrasi menjadi tidak kondusif.

POJOK

PA kuasai tujuh dapilTetapi kursi parlemen terus menurun kan?

KPU akui Sirekap salah baca data angka Syukurlah, ternyata bukan ‘salah’ disengaja

Ganjar dorong hak angket terkait dugaan kecu-rangan pemiluSabar, KPU belum umumkan pemenang pilpres kok

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *