150 Hektare Lahan Pertanian Bawang di Brebes Terendam Banjir, Petani Terpaksa Panen Dini

Petani bawang di Brebes terpaksa memanen dini hasil pertanian mereka akibat banjir yang mulai merendam sawah, Senin (26/2/2024).

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES – Petani bawang di Brebes terpaksa memanen dini hasil pertanian mereka akibat banjir yang mulai merendam sawah, Senin (26/2/2024).

Mereka tak ingin merugi lebih besar akibat kejadian itu.

Hingga Senin pagi, banjir menggenangi tujuh desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Banjir ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes sejak Minggu (25/2/2024) malam hingga Senin dini hari.

Ketujuh kecamatan tersebut yakni Kecamatan Larangan, Bantarkawung, Salem, Jatibarang, Wanasari, Brebes, dan Kecamatan Songgom.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes Nusy Mansur mengatakan, dari tujuh kecamatan, selain terdampak banjir ada juga yang longsor.

“Data sementara yang kami himpun, total ada tujuh desa yang terdampak banjir dan longsor akibat hujan yang mengguyur semalaman,” kata Nusy, Senin.

150 Hektare Tanaman Bawang Terendam Banjir

Sementara, banjir juga menggenangi sekitar 150 hektare lahan yang digunakan untuk menanam bawang merah.

Seratusan hektare tanaman bawang merah itu tersebar di lima desa di Kecamatan Wanasari.

Baca juga: Viral Video Bocah Brebes Diduga Tenggelam tapi Malah Nonton Proses Pencarian, Begini Cerita Tim SAR

Juwari, petani bawang asal Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, mengatakan, desa yang terendam banjir di Kecamatan Wanasari, adalah Desa Jagalempeni, Glonggong, Sisalam, Lengkong, dan Sidamulya.

Bahkan, imbuhnya, saat ini, air sudah memasuki wilayah Desa Wanasari.

“Di lima desa itu, ada sekitar 150-an hektare tanaman bawang merah yang terendam banjir,” kata Juwari, kepada wartawan, Senin.

Menurut dia, meski panen dini, petani tetap merugi harga bawang menjadi tidak maksimal atau rendah karena umur bawang belum waktunya dipanen.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

Sumber: Kompas.com

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *