Perang di Jalur Gaza Masih Terjadi, PM Palestina Mohammad Shtayyeh Mengundurkan Diri. Ini Alasannya

Di tengah perang yang masih berkecamuk di Jalur Gaza, Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammad Shtayyeh menyatakan mundur.

Wartakotalive.com/Alex Suban

Presiden Joko Widodo dan PM Palestina Mohammad Shtayyeh memeriksa pasukan kehormatan saat kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor, Senin (24/10/2022). Senin (26/2/2024), dalam rapat pemerintahan Palestina di Ramallah, Shtayyeh menyatakan mundur dari jabatannya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, RAMALLAH – Di tengah perang yang masih berkecamuk di Jalur Gaza, Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammad Shtayyeh menyatakan mundur.

Pengunduran diri ini dia sampaikan saat pembukaan rapat pemerintah di Ramallah, Senin (26/2/2024).

Dia pun telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Shtayyeh adalah sosok pejabat yang telah memimpin pemerintahan ke-18 Otoritas Palestina sejak pengangkatannya pada Maret 2019.

Alasan Mundur

Sebagaimana dilansir Al Jazeera, saat mengumumkan pengunduran dirinya, Shtayyeh mengatakan, bahwa ia tergerak mundur karena “eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya” di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki.

Baca juga: Perang di Gaza Utara Makin Panas, PBB Hentikan Pengiriman Makanan

Di samping itu, ia menyinggung adanya “perang, genosida, dan kelaparan di Jalur Gaza“.

“Ada upaya untuk menjadikan (Otoritas Palestina/PA) sebagai otoritas administratif dan keamanan tanpa pengaruh politik, dan PA akan terus berjuang untuk mewujudkan negara di tanah Palestina meskipun ada pendudukan,” ucapnya.

“Saya melihat bahwa tahap selanjutnya dan tantangannya membutuhkan pengaturan pemerintahan dan politik baru yang memperhitungkan realitas baru di Gaza dan perlunya konsensus Palestina-Palestina yang didasarkan pada persatuan Palestina,” tambahnya.

Baca juga: Permukiman Palestina di Tepi Barat Dilempari Bom Molotov Pemukim Israel, Warga Terpaksa Mengungsi

Diberitakan Reuters, pengumuman Shtayyeh mundur kali ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap Presiden Mahmoud Abbas untuk merombak Otoritas Palestina seiring dengan meningkatnya upaya-upaya internasional untuk menghentikan pertempuran di Gaza dan mulai menyusun struktur politik yang akan mengatur daerah kantong tersebut setelah perang.

Pengunduran Shtayyeh sendiri masih harus mendapat persetujuan dari Presiden Abbas, yang mungkin akan memintanya tetap menjabat sebagai caretaker sampai penggantinya ditunjuk permanen. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “PM Palestina Mohammad Shtayyeh Mengundurkan Diri, Ungkap Alasannya”.

Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku di Wonosobo Belum Hilang, 60 Hewan Ternak Terserang PMK

Baca juga: Jadi Korban Banjir Demak dan Grobogan, 35 Mahasiswa Terima Bantuan Paket Sembako dari Umku

Sumber: Kompas.com

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *