Modus Pelaku Pencurian Kambing di Wonosobo, 4 Orang Berbagi Peran

Komplotan pencurian kambing ditangkap jajaran Satreskrim Polres Wonosobo. Mereka punya modus sendiri dan berbagi peran saat melakukan aksi kriminal.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Empat orang pelaku pencurian ternak kambing di Wonosobo ditangkap jajaran Satreskrim Polres Wonosobo.

Komplotan penjahat tersebut melakukan aksinya dengan modus kejahatan tertentu.

Mereka juga harus berbagi peran saat melakukan aksi kriminal.

Baca juga: Terekam CCTV Aksi Pencurian Kambing Kontes Milik Sunarjo di Kudus, Padahal Harganya Fantastis

Empat tersangka dihadirkan dalam konferensi pers kasus pencurian kambing di Wonosobo, Kamis (29/2/2024). (Imah Masitoh/TribunBanyumas.com)

Empat orang yang ditangkap dalam kasus tersebut yakni Puji (34) dan Rudiyanto (59) asal Watumalang Wonosobo, Dedi Yanto (19) asal Banjarnegara, dan Bagiyo (40) asal Temanggung.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan melalui Kasatreskrim Polres Wonosobo, Kuseni mengatakan, pelaku melakukan aksinya di dua kecamatan di Wonosobo.

“Total TKP ini ada sebanyak 8 TKP.

Satu di wilayah Kecamatan Leksono, yang 7 ada di wilayah Kecamatan Sapuran,” ungkapnya saat konferensi pers, Kamis (29/2/2024).

Baca juga: Kandang di Colomadu Karanganyar Terbakar, 22 Ekor Kambing Mati Terpanggang

Adapun modus pelaku untuk melancarkan aksinya dengan beraksi di malam hari, dengan cara merusak lubang ventilasi ataupun merusak kunci pintu kandang kambing.

Kuseni menjelaskan, di wilayah Leksono pelaku beraksi sebanyak 4 kali dengan total 19 ekor kambing yang berhasil dicuri. 

Sementara di Sapuran ada 7 kandang yang berhasil dibobol pelaku dengan total 38 kambing yang dicuri pelaku.

Baca juga: Kronologi Oknum Komisioner KPU Wonosobo Ditetapkan Tersangka, Polisi Sita Bukti Rp 252,5 Juta

“Ini dilakukan dengan cara satu tim ada 4 orang yang punya tugas masing-masing.

Ada yang sebagai driver pikup, ada yang merusak kandang, dan ada yang mengangkut ke pikup,” jelasnya.

Hasil kambing curian pelaku dijual secara bertahap ke pasar hewan di daerah Temanggung.

Rata-rata satu kambing dijual dengan harga di atas satu juta rupiah.

Salah satu pelaku mengaku melakukan aksi pencurian ternak dengan alasan digunakan untuk cicilan bank.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-1, ke-4 dan ke-5 KUHP, pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun. (*)

Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku di Wonosobo Belum Hilang, 60 Hewan Ternak Terserang PMK

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *