BPBD Babel Catat Ada 29 Kejadian Banjir di Babel Selama Dua Bulan Terakhir, 545 KK Terdampak Banjir

Ada di sebagian kabupaten/kota di Babel, terjadinya banyak di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Barat…

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencatat ada sebanyak 29 kejadian banjir di Babel dalam dua bulan terakhir.

Total jumlah warga terdampak banjir di awal tahun 2024 sebanyak 545 kepala keluarga ( KK ) atau 1.607 jiwa.

Data tersebut terhitung dari Januari sampai dengan Februari 2024, yang mana diketahui pada bulan-bulan tersebut merupakan periode masuknya musim hujan.  

Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa mengatakan, kejadian banjir tersebut tersebar di sebagian wilayah kabupaten/kota yang ada di Babel. 

“Ada di sebagian kabupaten/kota di Babel, terjadinya banyak di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Barat,” kata Mikron kepada bangkapos.com, Senin (4/3/2024). 

Mikron mengungkapkan, kejadian banjir awal tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan banjir pada awal tahun lalu. 

“Perbandingan bencana banjir awal tahun sekarang dengan awal tahun lalu memang terjadi peningkatan ya karena tahun kemarin itu kan kita berdasarkan data sedikit terjadi banjir. Tapi tahun ini karena selesai el nino ditambah juga curah hujan cukup tinggi mengakibatkan banjir cukup tinggi di tahun 2024 ini,” jelasnya. 

Baca juga: Kolonel Erwin H Gantikan Kolonel Deni Indra Sebagai Danlanal Babel: Kita Fokus Pengamanan Perairan

Baca juga: 100 Warga Arung Dalam dan Berok Terima Beras Premium 10 Kg, Kemasannya Khusus Bangka Tengah

Dirinya menuturkan, tercatat ada sebanyak 545 keluarga atau 1.607 jiwa yang terdampak akibat banjir yang terjadi dalam kurun dua bulan terakhir ini. 

“Kita mencatat ada sebanyak 545 KK atau 1.607 jiwa yang terdampak karena banjir dalam dua bulan ini,” tuturnya. 

Dalam menghadapi hal tersebut, kata Mikron, BPBD Babel selalu siaga dalam memantau dan mengawasi kondisi terkini di Babel, serta siap baik secara fisik maupun perlengkapan apabila sewaktu-waktu diperlukan bantuan. 

“Kami juga sudah mendapatkan peringatan dini dari BMKG sehingga kami menyiapkan segala bentuk segala bentuk antisipasi, misal dari penyiapan personel, kesiapsiagaan perangkat, peralatan, baik mobil maupun alat transportasi air seperti perahu dan sebagainya. Kita juga sudah melakukan peningkatan kapasitas dengan pelatihan pelatihan untuk rescue,” ucapnya. (Bangkapos.com/GogoPrayoga).

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *