Kisah Anak Trans di Aceh Singkil Naik Turun Bukit Terjal Demi Sekolah

Ketiga bocah tersebut harus jalan kaki sejauh 3 Km demi mendapat pendidikan, lantaran di tempat tinggalnya tidak ada sekolah dasar.

Penulis Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Bocah laki-laki kelas IV SD itu bertelanjang dada berjalan kaki sambil menggendong tas berisi buku.

Ia lebih peduli kepada baju putih seragam sekolah dasar kebanggannya, ketimbang tubuhnya yang menghitam terbakar terik matahari. 

Ketika berjalan, baju sekolah disimpan dalam tas. Ini sedikit membantunya agar esok bisa kembali dipakai. 

Dalam pertimbangannya jika baju dipakai akan kotor oleh keringat yang mengucur deras ketika berjalan di tengah terik matahari. 

Anak laki-laki itu bernama Berutu usia 10 tahun. Setiap hari berjalan kaki bersama sang kakak yang sudah duduk di bangku kelas V SD dan Sitepu anak tetangganya yang masih kelas II SD.

Ketiga bocah tersebut harus jalan kaki demi mendapat pendidikan lantaran di tempat tinggalnya tidak ada sekolah dasar. 

Dari Trans Lae Bangun hanya ada tiga anak-anak yang sekolah ke SD Lae Bangun. 

Jarak dari perumahan Trans Lae Bangun ke SD Lae Bangun, sekitar 3 kilometer. Dengan medan jalan berupa bukit terjal dipenuhi batu kerikil. Jika tak hati-hati berpijak, batu kerikil bisa longsor setiap saat.

Ketika pergi anak-anak harus menuruni bukit curam. Sebaliknya ketika pulang menanjak bukit terjal. “Panas, baju disimpan dalam tas,” kata Berutu saat ditemui Dandim 0109/Aceh Singkil Letkol Inf Moh Mulyono, Senin (4/3/2024). 

Saat ditemui Berutu bersama kakak dan temannya sedang istirahat di bawah pohon sawit. Sebelum melanjutkan perjalanan. 

Mereka harus memulihkan tenaga, sebelum mengeluarkan tenaga ekstra melahap tanjakan tajam. 

Ketika sedang kemarau cuaca panas menjadi tantangan. Sementara ketika hujan jalan licin, hanya bisa dilalui dengan jalan sambil merangkak. 

Tantangan alam itu, harus dilalui setiap hari demi mengenyam pendidikan sekolah dasar. 

Kisah tiga bocah SD itu, anomali dengan pelajar lain yang ada di perkotaan Aceh Singkil

Pelajar SD hingga SMA yang ada di perkotaan telah disediakan bus antar jemput gratis. Malah anak-anak kota, memilih bolos sekolah ketika bus antar jemput berhalangan. 

Tentu berbeda dengan anak Trans Lae Bangun, mereka rela berjalan kaki naik turun bukit terjal demi bersekolah.

Trans Lae Bangun, masuk dalam wilayah Desa Lae Bangun, Kecamatan Suro Makmur. Lokasinya berada di perbukitan sekitar 6 kilometer dari kantor Camat Suro Makmur.(*)

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *