Korupsi BPRS Toboali, Saksi Nelayan Bantah Pinjaman Rp75 Juta

dokumen administrasi peminjaman ke BPRS bukan tandatangannya dan istri karena dia tidak bisa membaca dan istrinya tidak bisa baca tulis….

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Sidang perkara korupsi BPRS Cabang Toboali menghadirkan seorang nelayan Imran di Ruang Tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), Senin (4/3/2024).

Dalam sidang, Imran mengaku memang pernah satu kali meminjam uang Rp5 juta di tahun 2016 guna menambah modal pembuatan kapal dan sudah lunas.

“Sudah lunas lalu tidak pernah minjam lagi ke BPRS, pernah menyerahkan KTP, KK dan KTP istri ke Yusman, Yusman ke rumah, saya tidak mengerti,” kata Imran, Senin (4/3/2024).

Yusman mendatangi rumah Imran sebanyak dua kali dan kali kedua datang memberikan uang pinjaman sebesar Rp5 juta.

Imran juga menyatakan dokumen administrasi peminjaman ke BPRS bukan tandatangannya dan istri karena dia tidak bisa membaca dan istrinya tidak bisa baca tulis.

Selain itu Imran juga menyampaikan tidak pernah membuat surat pernyataan pengakuan penguasaan atas tanah (SP3AT) terhadap tanahnya ke kantor kelurahan.

Baca juga: Sidang Korupsi BPRS Toboali Hadirkan Kakak Terdakwa

Baca juga: Korupsi PT BPRS, Helli Yuda Hadirkan Saksi Ahli Pidana di PN Pangkalpinang

“Di tahun 2017 tidak ada saya minjam lagi ke bank untuk pembelian jaring ikan atau kapal sebanyak Rp75 juta,” katanya.

Imran menegasikan, tidak pernah mengajukan usulan pembiayaan pinjaman dengan menggunakan tanah dan rumah sebagai jaminan pada tahun 2017.

“Saya juga tidak punya kebun apa pun atau usaha ikan asin, saya cuma punya motor, saya bayar pelunasan pinjaman Rp5 juta melalui Yusman, bukan ke bank, surat rumah sebagai jaminan belum kembali dan masih di BPRS,” tuturnya.(Bangkapos.com/Sepri Sumartono)

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *