Dewan Kesenian Bangka Gelar Diskusi Seni untuk Jaring Aspirasi dan Perkuat SDM Seni Tradisi

Kegiatan Diskusi Seni yang dihadiri perwakilan dari group-group dambus dan rudat yang ada di Kabupaten Bangka.

BANGKAPOS.COM, BANGKADewan Kesenian Bangka (DKB) Menggelar Diskusi Seni bersama seniman Dambus dan rudat se-Kabupaten Bangka Kamis (7/3/2024) di Gedung Juang Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Kegiatan Diskusi Seni yang dihadiri perwakilan dari group-group dambus dan rudat yang ada di Kabupaten Bangka.

Hadir juga Dewan Penasehat DKB dan para Tetuah, Sugyanto, Wahar Saxono, Kabid Kebudayaan Disparbud Kabupaten Bangka Diena dan sejumlah pengurus Dewan Kesenian Bangka yakni Wakil Sekretaris Teguh Riyanda, Anggota Bidang Tari Desta Parlina dan Anggota Bidang humas Adit.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Rismy Wira Madona.

“Kami ucapkan terimakasih kepada para peserta yang telah hadir dan melalui kegiatan ini kami harapkan juga dapat memberi manfaat bagi para pelaku seni tradisional dambua dan rudat khususnya. Apalagi nanti bulan agustus 2024 ini Disparbud Bangka akan menggelar lomba memperingati HUT RI mendatang,” kata Rismy Wira Maddona 

Dalam kegiatan tersebut Rismy Wira Maddona mempersilahkan para peserta menyampaikan aspirasi melalui DKB terkait upaya pemajuan kesenian di Kabupaten Bangka.

“Silahkan sampaikan masukan, kritik, saran tentu yang membangun untuk kemajuan kita bersama dan kesenian di Kabupaten Bangka, kami terbuka untuk itu sampaikan secara langsung sehingga kita bisa cari solusinya bersama juga. Kalau bertemu langsung ini lebih enak sehingga tau apa yang masing – masing kita hadapi entah itu kesulitannya maupun kelebihan dalam membangun kesenian tradisional di Kabupaten Bangka ini,” kada Rismy Wira Maddona 

Bertindak sebagai pemantik dalam diakusi seni tersebut antara lain Sekretaris Dewan Kesenian Bangka Ade Widyasari dengan bahasan tata tekhnik pentas dan Juwita Handayani tentang Tata Busana pentas.

Ketua DKB Wandasona Alhamd mengatakan diskusi seni lebih membicarakan kepada hal tekhnik tata pentas dan penyajian karya.

“Kita diskusi santai saja dan disini bukan siapa yang menggajar dan siapa yang diajar tapi lebih ke saling bertukar fikiran untuk kemajuan kesenian tradisional di Kabupaten Bangka. Apalagi kalau soal cara main dambus dan rudat serta bedincak atau menari dambus dan menari rudat itu Bapak dan Ibu yang lebih hebat,” kata Wandasona. (Deddy Marjaya)

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *