Detik-Detik RS Perusak Hutan Lindung Ditangkap, Tak Mau Keluar dari Mobil saat Diminta Petugas

Saat dihentikan oleh petugas tersangka RS tidak sendirian, tetapi ada penumpang lain saat diamankan oleh petugas di Dusun Kayu Areng

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Proses penangkapan RS, tersangka korupsi perusak hutan lindung oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Kep. Bangka Belitung dilakukan di Dusun Kayu Areng, Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kamis (7/3/2024).

Diketahui RS ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Babel terkait kasus korupsi merusak Hutan Lindung di Pantai Bubus Desa Bantam Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka tahun 2023.

Hutan lindung tersebut dirusaknya dan kemudian melakukan penambangan timah ilegal.

Dari hasil penelusuran Bangkapos.com, warga sekitar mengatakan RS tak mau keluar dari mobil saat dihentikan oleh petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangka.

Baca juga: Proses Penangkapan Tersangka Perusak Hutan Lindung di Belinyu, Warga Sebut RS Bos Kelas Kakap 

RS diamankan oleh petugas Satlantas Polres Bangka, saat melintasi jalan raya Sungailiat Belinyu tepatnya di Dusun Kayu Areng bersama dengan enam orang lainnya dan sempat menjadi sorotan warga sekitar.

Apalagi tersangka tidak mau mengikuti apa yang diperintahkan oleh petugas untuk keluar dari kendaraan tumpangi, padahal keenam orang yang bersama-sama saat dihentikan oleh petugas sudah keluar dari kendaraan yang mereka tumpangi.

“Iya lama kemarin dia (tersangka RS) tidak mau keluar dari kendaraaan hampir setengah jam, dia duduk dibelakang supir dan menggunakan kendaraan roda empat warna hitam,” kata Ati (bukan nama sebenarnya) kepada Bangkapos.com, Jumat (08/03/2024).

Menurut Ati, saat dihentikan oleh petugas tersangka RS tidak hanya sendiri saja akan tetapi ada penumpang lain saat diamankan oleh petugas di Dusun Kayu Areng dan tersangka duduk dibarisan kursi nomor dua sebelah kanan.

“Mereka ada orang empat dalam satu kendaraan, tiga lainnya sudah keluar dari kendaraan tapi tersangka RS tetap berada di dalam dan tidak mau keluar,” ujarnya.

“Akhirnya tersangka RS pun tangannya harus di borgol oleh petugas, tapi saya tidak tahu jelasnya karena kami tidak boleh mendekat dan saya tidak kenal dengan tersangka,” sambung Ati.

Dia pun mengungkapkan, saat diamankan petugas jalanan ramai terutama banyak petugas yang berjaga, berpakaian lengkap dan banyak warga yang bertanya-tanya ada apa dan siapa yang diamankan oleh petugas.

Sehingga menimbulkan kemacetan dan menjadi sorotan warga yang melintasi jalan raya Sungailiat Belinyu, tepatnya di Dusun Kayu Areng saat tersangka RS diamakankan oleh petugas meskipun warga tidak boleh mendekati kendaraan yang diamankan.

“Lumayan ramai yang lihat kemarin sempat macet tapi karena hujan, jadi tersangka langsung dibawah dari sini dan petugas juga tidak lama langsung pergi,” ungkapnya.

Ditambahkan Ati, ada beberapa warga yang melintas saat tersangka diamankan oleh petugas mengenali karena berasal dari Kecamatan Belinyu dan banyak yang kenal dengan tersangka RS.

“Saya tidak tahu dan tidak kenal sama tersangka karena tidak pernah lihat, apalagi tersangka tidak keluar dari kendaraan jadi tidak jelas wajahnya. Akan tetapi, ada warga yang kenal dengan tersangka dan bilang itu kelas kakap,” ungkap Ati.

Dikatakan Ati saat tersangka diamankan oleh petugas, dirinya sedang berada di kebun dan tidak jauh dari lokasi tempat penangkapan tersangka sehingga Ati mengaku melihat tersangka berada di dalam kendaraan hingga dibawah ke arah Kota Sungailiat

“Sempat dilarang petugas mendekat ke lokasi atau melihat tersangka saat diamankan, tapi kan waktu itu saya bilang disini kan kebun dan maaa saya jadi masa tidak boleh berada disitu,” jelasnya. 

“Makanya saya tidak terlalu tahu dengan tersangka, apalagi kasusnya saya juga tidak tahu dan baru tahu ketika ada yang bilang kelas kakap dan saya baru tahu,” tambah Ati. (Bangkapos.com/Adi Saputra).

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *