Proses Penangkapan Tersangka Perusak Hutan Lindung di Belinyu, Warga Sebut RS Bos Kelas Kakap 

Mobil yang dikendarai oleh RS dihentikan anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangka tepat berada di depan rumah warga

BANGKAPOS.COM, BANGKA – RS, tersangka kasus korupsi perusak hutan lindung di Pantai Bubus Desa Bantam, Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel) tahun 2022-2023 lalu, kini ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Dikabarkan ia ditangkap saat sedang mengendarai mobil hendak kabur menuju ke bandara di Pangkalpinang.

Sebelum diamankan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel sekitar pukul 14.30 WIB, tersangka RS menumpangi kendaraan roda empat dari arah Belinyu menuju Kota Sungailiat.

Tersangka RS ditangkap saat melintas di di Jalan Raya Sungailiat Belinyu, tepatnya di RT 05 Dusun Kayu Areng, Desa Cit, Kecamatan Riau Silip.

Lokasi tempat ditangkapnya RS di Dusun Kayu Areng, Kecamatan Riau Silip, Jumat (08/03/2024) perusak hutan lindung di Belinyu, Kabupaten Bangka untuk tambang timah ilegal. ((Bangkapos.com/Adi Saputra).)

Mobil yang dikendarai oleh RS dihentikan anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangka tepat berada di depan rumah warga dan tidak jauh dari SPBU Kayu Areng dengan jarak kurang lebih 100 meter.

Saat berada di Dusun Kayu Areng, kendaraan yang ditumpangi tersangka RS bersama dengan beberapa orang lainnya dihentikan oleh anggota Satlantas dan dilakukan pemeriksaan.

Ternyata saat dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut tersangka RS berada di salah satu kendaraan yang dihentikan oleh anggota Satlantas, lalu anggota pun langsung melakukan penahanan terhadap dua kendaraan yang sempat dihentikan sebelumnya.

Seperti diungkapkan salah satu warga Dusun Kayu Areng yang identitasnya tidak mau disebutkan atau dipublikasi, saat penangkapan terhadap tersangka RS berada di lokasi dan melihat langsung proses penangkapan.

“Kemarin memang ada operasi razia disini dan banyak anggota polisi yang berjaga, kayak biasalah kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas pasti dihentikan dan periksa kelengkapannya,” ungkap Budi (nama samaran) kepada Bangkapos.com, Jumat (08/03/2024).

“Tapi saya tidak tahu pasti, ada memang dua kendaraan yang dihentikan terus didalamnya ada kurang lebih ada tujuh orang. Satu orang  tidak mau keluar dari kendaraannya, saat anggota meminta orang tersebut keluar dari kendaraan bersama enam orang lainnya,” sambungnya.

Ia pun tidak tahu sebelumnya, jika didalam kendaraan yang dihentikan anggota Satlantas tersebut salah satu penumpang merupakan korupsi dengan cara merusak hutan lindung di Pantai Bubus Desa Bantam.

“Tidak tahu karena kami waktu mereka dihentikan tidak boleh mendekat atau mengambil foto hingga video, ada yang bilang itu yang ditangkap merupakan kelas kakap,” jelas Budi.

Diakuinya, memang saat itu banyak anggota polisi yang berseragam atau pakaian lengkap berjaga dan dirinya mengaku tidak menyangka kalau ada penangkapan terhadap tersangka RS oleh pihak Kepolisian maupun Kejati Babel.

“Baru tahu pas mereka sudah lari dari sini bahwa itu tersangka, dari tujuh orang yang diperiksa kemarin hanya satu dibawah bersama satu kendaraan berwarna hitam karena kan waktu dihentikan oleh anggota ada dua kendaraan roda empat,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya juga menyebutkan, satu orang yang diamankan oleh petugas itu merupakan warga Batu Atap dan ada beberapa warga yang mengenali tersangka dari wajah saat diamankan oleh petugas di Dusun Kayu Areng.

“Ada yang kenal pas lewat bilang itu bos kakap, terus ada juga anggota bilang orang Batu Atap dan mereka bilang baru turun kapal dan mau ke Kota Pangkalpinang,” sebut Budi. (Bangkapos.com/Adi Saputra).

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *