Permintaan Emping Melinjo Tinggi Jelang Ramadhan, Dominan untuk Luar Provinsi, Ini Kisaran Harganya 

Dijelaskan dia, setiap hari, rata-rata permintaan secara keseluruhan mencapai 150 kg atau dalan setiap pekannya mencapai 1.050 kg.

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Menjelang bulan puasa atau Ramadhan1445 Hijriah, permintaan kerupuk atau emping melinjo untuk luar Provinsi Aceh dalam dua pekan terakhir untuk luar daerah sangat tinggi.

Rata-rata dalam setiap hari permintaan mencapai 150 kilogram.

Seperti diakui pedagang grosir emping melinjo di pusat pasar Kota Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie, Irfan Dahlan, SH kepada Serambinews.com, Sabtu (9/3/2024), mengatakan, terhitung pekan akhir Februari 2024 hingga menjelang dua pekan Maret 2024, permintaan emping melinjo semakin tinggi.

“Terutama untuk Jakarta, Pekanbaru, Batam, Jambi, Palembang, serta Medan,” sebut Irfan. 

Dijelaskan dia, setiap hari, rata-rata permintaan secara keseluruhan mencapai 150 kg atau dalan setiap pekannya mencapai 1.050 kg.

Ada pun harga produk khas kaum nyak-nyak Pidie itu tergantung kualitasnya.

Seperti halnya untuk jenis kualitas super dibandrol mulai Rp 95.000/kg hingga Rp 100.000/kg.

Sedangkan untuk kualitas lose mulai Rp 85.000/kg hingga Rp 90.000/kg. 

Dijelaskan dia, juga mahalnya harga emping melinjo pada sebulan terakhir dipicu oleh mahalnya bahan baku yaitu biji melinjo dengan kisaran harga mulai Rp 35.000 sampai Rp 40.000/bambu. 

Kendati demikian, permintaan emping untuk konsumen lokal juga lebih tinggi yaitu rata-rata lalu 200 kg pada setiap harinya.

Terlebih menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah ini untuk dijadikan santapan lauk berbuka dan sahur. 

‘Serta dijadikan oleh-oleh atau buah tangan bagi keluarga di luar Provinsi Aceh,” ungkapnya.(*)

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *