GAZA TERKINI – Sniper Hamas Bunuh Zionis, 15 Anak danamp; Wanita Tewas Dibom, Bayi Kelaparan Meninggal

Di Gaza utara, seorang bayi dan seorang wanita muda meninggal karena kekurangan gizi, menjadikan jumlah kematian akibat kelaparan menjadi 25 orang.

SERAMBINEWS.COM – Perang Israel dengan Pejuang Kemerdekaan Palestina Hamas telah berlangsung 156 hari sejak operasi darat yang dilancarkan militer Israel ke Jalur Gaza hingga meluas ke Tepi Barat yang diduduki.

Berikut adalah rangkuman peristiwa penting yang terjadi selama 24 jam terakhir dikutip dari laporan oulet berita Al Jazeera.

Pasukan Israel mengintensifkan serangan di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk wanita dan anak-anak, di kamp pengungsi Nuseirat dan daerah al-Mawasi di Gaza selatan.

Di Gaza utara, seorang bayi dan seorang wanita muda meninggal karena kekurangan gizi, menjadikan jumlah kematian akibat kelaparan menjadi 25 orang.

Baca juga: Kapal AS Mulai Masuki Gaza di Laut Mediterania Timur, Berdalih untuk Bangun Pelabuhan Sementara

Kanada dan Swedia telah mengembalikan dana ke UNRWA setelah negara tersebut menuduh Israel memaksa beberapa stafnya membuat pernyataan palsu tentang keterlibatan mereka di Hamas.

Badan intelijen Israel mengatakan perundingan gencatan senjata sedang berlangsung ketika pemimpin Hamas Haniyeh meminta sekutu Israel untuk “menghentikan perang keji di Gaza”.

Setidaknya 31.045 warga Palestina telah terbunuh dan 72.654 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober. Revisi jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas pada 7 Oktober mencapai 1.139 orang, dan puluhan orang masih ditawan.

Militer AS mengonfirmasi pengiriman bantuan baru

Militer AS mengatakan bahwa mereka melakukan penerjunan bantuan kemanusiaan gabungan baru di Gaza utara dengan angkatan udara Yordania sore ini.

“Sebuah C-130 AS menjatuhkan lebih dari 11.500 makanan setara, serta makanan lainnya termasuk beras, tepung, pasta, dan makanan kaleng,” kata Komando Pusat Angkatan Darat AS (CENTCOM) dalam sebuah postingan di X.

“Penerjunan udara ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan, dan kami terus merencanakan pengiriman udara lanjutan.”

Pengiriman bantuan dari udara dan rencana yang sedang berjalan untuk membangun pelabuhan sementara di Gaza terjadi ketika PBB dan negara-negara lain menyatakan bahwa menggunakan konvoi darat akan menjadi metode terbaik untuk memberikan bantuan kepada jutaan warga Palestina di Jalur Gaza.

Brigaes Qassam tembak tentara zonis

Sayap bersenjata Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu penembak jitunya menargetkan seorang tentara di lingkungan Tal al-Hawa.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *