Tuan Rumah World Water Forum, Kans Besar Indonesia Suarakan Isu Pengelolaan Sumber Daya Air Dunia

Indonesia memiliki track record yang baik dimata dunia karena mampu terlibat aktif dalam berbagai agenda penting internasional.

Oleh: Dana Ismawan *)

DARI beragam isu yang menjadi perhatian dunia saat ini, mulai dari konflik perang, kemanusiaaan, keagamaan hingga ketahanan pangan, rasanya kita patut pula menaruh perhatian besar pada salah satu isu penting yang sangat berkaitan langsung dengan kehidupan, yakni bagaimana mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan sebagai langkah penanggulangan dampak perubahan iklim dunia.

Hal ini karena air menjadi kebutuhan utama yang memegang peranan penting dalam setiap lini kehidupan.

Isu lingkungan yang kian gencar digaungkan akibat dampak perubahan iklim, tentunya membuat isu ini menjadi sangat penting sebagai diskursus bersama guna melahirkan berbagai tindakan nyata mitigasi potensi bencana yang berterkaitan dengan air di masa mendatang.

Kita tentu mencermati dan patut mengapresiasi bahwa sepanjang sejarahnya, Indonesia terus berperan dalam kancah forum-forum komunikasi internasional terkait dengan isu-isu global melalui keikutsertaannya dalam berbagai pertemuan antar negara.

Indonesia memiliki track record yang baik dimata dunia karena mampu terlibat aktif dalam berbagai agenda penting internasional.

Sebelumnya bagaimana kita melihat Indonesia berhasil menggelar sejumlah event internasional sebagai ruang komunikasi antar negara, seperti Asian Games dan Asian Para Games 2018, Presidensi G20 Indonesia 2022, Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023, KTT AIS Forum 2023, hingga yang terakhir Piala Dunia U17 2023 yang juga sukses diselenggarakan di empat kota.

Sebagai tuan rumah, pertemuan internasional World Water Forum yang ke-10 akan digelar di Bali, pada tanggal 18-24 Mei 2024.

World Water Forum ini menjadi forum komunikasi lintas batas terbesar di dunia yang fokus dalam pembahasan dan penanganan masalah air yang diselenggarakan bersama oleh World Water Council dan Pemerintah Indonesia.

Dengan mengusung tema “Water for share prosperity, air untuk kesejahteraan”, kesempatan ini dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk berbicara lebih banyak di kancah global, sekaligus mewujudkan peran aktif Indonesia dalam mendukung langkah strategis penyelesaian isu-isu pengelolaan sumber daya air dunia.

Pengelolaan sumber daya air tidak hanya menjadi masalah lokal, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan secara global, sehingga berlangsungnya pertemuan ini menjadi ajang yang sangat tepat dalam menyuarakan isu-isu tersebut.

Setidaknya ada enam subtema pada pelaksanaan WWF ke-10 ini, yakni Water Security and Prosperity, Water for Humans and Nature, Disaster Risk Reduction and Management, Governance, Cooperation and Hydro-diplomacy, Sustainable Water Finance serta Knowledge and Innovation.

 Forum ini akan membuka ruang komunikasi secara luas antar setiap negara dengan masing-masing kedaulatannya untuk menemukan suatu konsensus bersama dalam menjawab tantangan strategis kedepan dan mendorong masyarakat global turut berperan aktif mengelola sumber daya air yang berkelanjutan.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc bahwa, agenda politik global seperti Megatrend 2045 menempatkan air pada posisi strategis dalam kerangka Food, Energy and Water (FEW), termasuk dalam kaitannya dengan bencana dan kesejahteraan.

Halaman selanjutnya

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *