90 Pelajar Belajar Jadi Arkeolog di Sragen Prehistoric Festival 2024

SRAGEN – Sebanyak 90 peserta pelajar dan guru pendamping dari 18 SMP/sederajat dan tiga SMA/sederajat serta tiga orang dari komunitas sejarah di Kabupaten Sragen mengikuti kegiatan Sragen Prehistoric Festival atau Festival prasejarah Sragen. Kegiatan ini berlangsung di di Museum Klaster Bukuran, Kecamatan Kalijambe pada 12-13 Juni 2024.Sragen Prehistoric Festival adalah kegiatan edukatif yang menyajikan materi arkeologi, prasejarah, dan edukasi museum yang dikemas dengan cara menyenangkan bagi siswa dan guru agar lebih mudah menyerap ilmu pengetahuan.Selama dua hari, para peserta akan diajak menikmati petualangan seru menjadi arkeolog yang menyidik dan menyelidiki jejak prasejarah.Ketua Tim Cagar Budaya Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andjarwati Sri Sajekti mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan metode alternatif untuk belajar cagar budaya, tinggalan prasejarah, dan permuseuman. Berbagai materi akan diberikan secara interaktif dan menyenangkan.“Para guru dilibatkan secara aktif untuk memimpin regu dari para pelajar, yang juga selaku arkeolog muda. Dengan begitu ilmu pengetahuan yang kompleks tentang arkeologi, cagar budaya, prasejarah dan permuseuman akan lebih mudah dipahami. Anak-anak akan mendapatkan pengalaman unik. Guru pun mendapatkan wawasan baru metode pembelajaran pra sejarah,” terang Andjar.Dengan kegiatan ini dia berharap dapat meningkatkan minat generasi muda menjadi peneliti arkeologis, serta penjaga dan pelestari warisan budaya.Peserta akan mengikuti sesi prehistoric Camp selama satu malam di Kompleks Museum Klaster Bukuran. Malam harinya peserta diajak menyaksikan film tematis prasejarah yang diputar melalui Movie Truck serta menyaksikan sajian seni oleh komunitas Brayat Krajan Desa Manyarejo.Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Sukisno menyampaikan, Sragen Prehistoric Festival 2024 mengadopsi metode belajar interaktif yang telah diterapkan di beberapa negara. Antara lain Perancis, Ukraina, Cina dan Korea Selatan. Kabupaten Sragen menjadi pionir yang mengawali pola pembelajaran ini.Sukisno menjelaskan, Sragen Prehistoric Festival pertama kali digelar tahun 2023 dan memperoleh antusiasme tinggi dari pendidik/guru dan pelajar, media massa serta masyarakat.Berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Museum dan Cagar Budaya Kemendikbudristek dan Komunitas Brayat Krajan, bertemakan “Archaeo Fun for Youth”, kegiatan ini sekaligus untuk menyambut Hari Purbakala Nasional yang diperingati setiap tanggal 14 Juni.Adapun Komunitas Brayat Krajan, merupakan representasi warga Desa Manayarejo Kecamatan Plupuh, di mana desa yang mereka huni menjadi tempat Situs Prasejarah Sangiran.

Penulis : Mira_DiskominfoSragenEditor : Yuli_DiskominfoSragen

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *